Rabu, 03 September 2014

Tugas TIK bab 1

A.Bidang Backup dan Metode Recovery
           Backup adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain.

1. Metode Backup Data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data, dan aplikasi. Backup dataharus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar maupun dari dalam sistem yang disengaja maupun tidak disengaja. 

a. Konsep Backup
     Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna terutama untuk dua tujuan yaitu untuk memulihkan keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk mengembalikan beberapa file yang sengaja dihapus atau rusak. 
Berdasarkan lingkup datanya, backup data dapat dibedakan menjadi:
-   Full Backup
-   Network Backup
-   Dump Backup
-   Incremental Backup
-   Diferensial Backup

b. Konsep Replikasi
Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin. Replikasi dapat dipahami sbgai teknik pengkopian database dan pengelolaan objek - objek database dalam suatu jaringan komputer yang dapat membentuk suatu sistem database terdistribusi utk menjaga konsistensi data secara otomatis.

 Jenis replikasi meliputi :
-   Snapshoot Replication
-   Transcactional replication
-   Merge Replication

c. Konsep MyQSL Dump
      Untuk keperluan ini MySQL menyediakan sebuah utility yg dinamakan MySQLDump. MySQLDump adalah utilitas berupa program cadangan yang pertama kali di tulis oleh Igor Romanenko, digunakan untuk pembuangan data sebuah database atau kumpulan data.
      
Banyak cara untuk membackup data. Berikut metode yang bisa dilakukan saat akan membackup data:
a.) Backup Logika dan Backup Physic
     Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang direpresentasikan dalam perintah SQL. Seperti CREATE DATABASE, CREATE TABLE dan INSERT DATA.  

     Backup fisik adalah mengambil datatabase dalam bentuk fisik, untuk database yang menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\. Pada folder tersebut terdapat file database, setiap table diciptakan dari 3 file yaitu .MYD, ,FRM dan .MYI, pada saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy folder yang didalamnya menyimpan data dari database yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh database dan tidak bisa terpilih, sangat berbeda dengan backup secara logika, data yang diambil bisa dipilih sesuai dengan yang diinginkan.
     

b.) Backup Online dan Bacup Offline
Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan; sedang Backup Offline dilakukan saat server sedang dihentikan.
Media penyimpanan Backup data yang paling simpel dan sederhana adalah Flashdisk, Memori card,CD/DVD, hardisk external atau data cadangan dikomputer lain. Untuk versi online kita bisa menyimpannya diserver tempat penyimpanan layanan sata seperti Couls Service Dropbox (jika sudah menginstall aplikasi ini kita bisa selalu mengsingkronkan semua data-data di laptop dengan data yang ada diserver dropbox, Visual SVN Server, atau media penyimpanan diinternet seperti 4Shared dan yang lainnya.

Untuk backup data kontak, email dan agenda (kalender) kita bisa memanfaatkan layanan Google Sync (Backup gratis nomor ponsel dengan Google Sync) . dengan fasilitas sinkronasi maka data kontak yang ada diphonebook ponsel/tablet akan dicopi kedalam daftar kontak Gmail. Sebaliknya data kontak yang ada diGmail juga akan dicopikan kedalam ponsel. Ketika ponsel kita rusak/hilang maka tinggal kita setting akun gmail kita dan otomatis akan menyalin hasil backup data kontak/agenda dari Gmail keponsel kita.

c.) Back Up database di Cpanel
Melakukan backup file diakun Cpanel kita secara mandiri akan memudahkan kita jika suatu saat ada sesuatu yang bermasalah diserver. Misalnya, hardisk utama mengalami kebakaran ataupun bad sector/crash yang membutuhkan waktu lama untuk repair/perbaikan. Biasanya dalam hal ini webhoster akan memindahkan akun anda ke server lain yang masih berjalan noemal.

d.) Desain Strategi Backup
Untuk database besar yang terkonsentrasi pada bagian file atau filegroups, pilih partial backup atau file backup.
Perkiraan disk space terutama untuk full database backup. Backup berisi data actual pada database , tidka termasuk space kosong/ tidak digunakan. Seharusnya ukuran backup lebih kecil dibanding database itu sendiri. Gunakan system Stored Procedure sp_spaceused.


2. Recovery
Adalah suatu proses untuk mengupdate database dengan file backup yang telah disimpan terakhir kalinya. Recovery ini memiliki model yaitu Recovery model yang digunakan untuk menentukan tipe backup dan skenario restore dan mengkontrol bagaimana transaction log dikelola. Database yang menggunakan model recovery adalah sebagai berikut :
a.       Full Recovery Model

Full recovery model menggunakan Log backup untuk menghindari kehilangan data karena skrenario kegagalan. Dapat me-restore database kesuatu titik waktu yang terdapat dalam log backup (pint-in-time recovery). Dapat menggunakan log backup untuk roll-for-ward database kesuatu titik pada suatu log-backup. Misal, bisa membackup active log (tail) setelah terjadi bencana maka dapat merestore database ketitik terjadi kegagalan tanpa kehilangan data. Kelemahannya membutuhkan media penyimpanan besar dan waktu restore dan kompleksitas meningkat.
                                              
  Ilustrasi Full Recovery Model
1.Full database backup + log (yang paling mudah)
  - Backup full database : 
  - Setelah Log_2, hilangnya data terjadi
  - Sebelum ketiga backup direstore, db admin         harus membackup acvtive log
  -  Restore db_1 , Log_1 , Log_2 tanpa recovery   database
  -  Db admin merestore dan merecover tail
  -  Database ter-recover ketitik kegagalan , merecover semua data

b.      Bulk-Logged Recovery model
Beberapa operasi akan bersifat minumally logged. Misalnya, bulk insert, insert .. select, create index, alter index, drop index, dsb. Sama seperti full recovery, transaction log akan dipotong hanya pada saat backup transaction log. Sehingga backup transaction log harus dijalankan secara berkala.
                Bulk-logged recovery model akan menuliskan data page yang  telah dimodifikasi kedalam file data sebelum transaksi dinyatakan selesai. Berlawanan dengan full revocery model yang hanya membutuhkan penulisan ke log untuk menyatakan transaksi selesai. Operasi bulk akan lebih pelan pada sistem IO yang pelan.

c.       Simple recovery model
Hampir sama dengan bulk-logged, beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pemotongan transaction log. Transaction log otomatis terpotong pada saat Checkpoint selesai.
Contoh :
Ada 5 backup database (Hanya yang terbaru) :t1-t5
Dimisalkan harus direstore ke waktu t5 maka:
-Database kembali kewaktu t5
-Semua update setelah t5 hilang


 B. Backup offline untuk Kebutuhan Organisasi & Keamanan dengan Waktu Mati ( Down Time) Minimal
                
   Offline backup atau membackup secara offline merupakan sebuah cara untuk menyimpan file di dalam komputer jaringan sedemikian rupa sehingga pengguna dapat mengaksesnya, bahkan ketika pengguna tidak terhubung pada jaringan. Cara backup ini memberikan fitur yang bermanfaat bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan dengan komputer portable atau perangkat mobile, dan bagi mereka yang tidak selalu dapat mengakses file pada jaringan tempat penyimpanannya.
     
                Offline backup merupakan jenis backup yang paling mudah. File-file yang di backup ketika melakukan offline backup yang proses menutup database, seperti :
1.       Datafile, untuk menyimpan semua data yang ada dalam database. Objek skema seperti tabel, index, dan sebagainya secara fisik tersimpan dalam file ini.
2.       Control file, untuk menyimpan struktur fisik dari database. Tapi file ini tidak pernah bisa melakukan startup database.
3.       Redo log file, untuk menyimpan semua perubahan yang terjadi pada database yang digunakan dalam proses recovery.
4.       Parameter file (init.sid), yaitu file yang berisi parameter-parameter dari database.

                Downtime adalah keadaan dimana web anda tidak bisa diakses dalam waktu tertentu. Tetapi sesuai judul yang saya berikan di atas Pengertian dan Jenis Downtime bahwa Downtime ini memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui, mungkin sampai saat ini kebanyakan organisasi hanya emahami bahwa web mengalami downtime saat tidak bisa di akses.
Fasilitas backup pada DBMS :
1.       Fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
2.       Fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
3.       Manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan.
Teknik backup :
1.       Defered update / perubahan yang ditunda : perubahan pada database tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi REDO untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2.       Immediate update / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3.       Shadow Paging : menggunakan page bayangan dimana prosesnya terdiri atas 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. 

C. File Backup Online untuk Kebutuhan Organisasi & Keamanan dengan Waktu Mati ( Downtime ) Minimal.
                Backup online adalah metode penyimpanan data offsite di mana file, folder, atau seluruh isi sistem secara teratur didukung pada remote server atau komputer dengan koneksi jaringan. Sejumlah organisasi menyediakan layanan backup online untuk pelanggan yang komputernya terhubung ke internet, secara otomatis menyalin file yang dipilih untuk cadangan penyimpanan di penyedia layanan.
                 Selain dari host utama, penyedia sekunder dapat menambahkan spesifikasi sehingga membawa sistem penyimpanan lebih lebih dekat bagi orang biasa untuk menggunakannya.
                Cloud Storage adalah generasi berikutnya dari host sistm penyimpanan. Mereka yang akan memilih layanan backup sepertiremote dapat mengharapkan penyimpanan lebih murah. Hal ini karena dari layanan penyimpanan jauh lebih mudah untuk memanfaatkan. Hal ini juga berarti lebih responsif dan terukur layanan host dapat disediakan sesuai denga tuntutan dari seseorang atau organisasi. Pengguna penyimpanan online untuk backup online juga dapat berharap untuk mengakses dan mengelola data yang tersimpan dengan kesulitan. Aksebilitas dan pengelolaan belum pernah sefleksibel ini dalam hal sistem penyimpanan.
                Ada beberapa keuntungan dari layanan backup online yaitu sebagai berikut.
1.       Otomatis. Setelah salah satu menetapkan jadwal mereka, itu sepenuhnya otomatis. 
2.       Aman. Data disimpan pada tape disk dan tidak. Tape memiliki sejarah kegagalan dan biasanya terjadi pada saat yang paling sial. Selain itu, kaset paling tidak dienkripsi. .       Diakses dan dikelola dari mana saja. ‘’ Sebuah sistem terpusat yang memungkinkan anda untuk mengelola backup  seluruh sistem dan persyaratan dan pemulihan terlepas dari mana mereka atau anda berada adalah keuntungan besar bagi organisasi. Hal ini terutama berlaku bagi organisasi dengan beberapa lokasi.
4.       Efisien penggunaan internet. Beberapa layanan backup online yang lebih baik kembali hanya blok data dalam file baru atau diubah, sehingga menghasilkan waktu backup secara signifikan lebih cepat dan lebih minim. Data juga dikompresi sebelum transmisi. Selain itu mereka mungkin menawarkan throttling bandwidth. Hal ini memungkinkan seseorang untuk menentukan berapa banyak bandwidth internet, mereka ingin memungkinkan untuk digunakan untuk proses ini selama jendela waktu dalam sehari. Sebagai contoh, anda mungkin membatasi proses sampai maksimal 10% dari bandwidth anda selama jam kerja normal dan membukanya hingga 80% untuk saldo hari.
5.       Tidak ada penanaman modal. Jika anda seperti kebanyakan organisasi, mendapatkan persetujuan untuk pengeluaran modal yang besar adalah tugas yang menakutkan. Dengan software sebagai pengekatan (SaaS) Layanan yang pada dasarnya membayar biaya bulanan untuk layanan ini. Selain startup dapat hampir segera. Biasanya, agen software kecil dimuat pada sistem yang ingin anda backup ke kubah data dan kemudian proses penjadwalan / backup dapat memulai hari yang sama.
6.       Kepatuhan peraturan. Peningkatan terbaru dalam peraturan pemerintah  dan industri yang spesifik (SAS 70, Gramm-Leach-Bliley Act, HIPAA, SOX  dan SEC | NASD) sekitar privasi, aksesbilitas, dan Vendor seperti VAULT400 yang akrab dengan tantangan ini. Mereka memberikan keyakinan bahwa informasi penting tentang organisasi mereka aman disimpan selama diperlukan, namun apabila diperlukan juga dapat diakses dengan cepat. Ini segera membahas pertanyaan oleh auditor dan keamanan / privasi keprihatinan.

Seperti yang dijelaskan diatas, ada beberapa alasan yang sangat kuat untuk layanan backup online. Tujuan dari setiap backup online dan rencana pemulihan adalah untuk menjaga integritas sistem dan organisasi dengan sedikit atau tidak ada gangguan dalam proses. Ketika gangguan terjadi, kita ingin organisasi tetap berjalan dengan baik, atau paling tidak kembali online dalam waktu singkat. Dengan layanan backup online anda dengan cepat dapat mentransfer data ke sistem yang ditargetkan dari mana saja dan organisasi tidak terganggu.
                Sebaik apapun suatu teknologi pasti juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan yang ditimbulkan dari layanan backup online ini meliputi :
1.       Komputer akan menjadi lamban atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
2.       Organisasi yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan could computing.
3.       Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yng buruk, maka organisasi akan mengalami kerugian besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar